Saat menulis ini, aku, adalah seorang pria yang bisa dibilang belum punya sifat mutlak dari pria yang biasa orang bilang. Kenapa demikian? karna biasanya orang-orang bilang pria itu punya komitmen, tanggung jawab, bijaksana, bisa nentuin pilihan, dan menjalani hubungan dengan menutamakan logika. Tapi bukan berarti aku gak memiliki semua yang ada di pernyataan orang itu. Mungkin ini di katakan pria dewasa. Entah kenapa, aku selalu berpikir kalau aku belum dewasa untuk bertindak seperti itu.
Dimulai dari komitmen. Komitmen, janji. Apa beda keduanya? dulu aku pernah berkomitmen. Banyak janji. namun semuanya hanya ucapan yang orang menganggap hanya bualan semata. diawali dengan komitmen untuk serius dalam menjalani hubungan dengan wanita yang pantas untuk di sayangi. Kemudian berjanji tidak akan berpaling. dan akhirnya berujung dengan di khianati. aku pun bertanya, apakah hanya pria yg harus berkomitmen atau berjanji? semuanya menganggap omong kosong dariku. Entahlah. Kelanjutannya, aku tidak berkomitmen dan berjanji. Dan berakhir dengan hubungan yang singkat. Kedua, ketiga, dan keempat, tidak ada yang bertahan, hanya kehampaan, tidak ada sesuatu yang harus di pertahankan atau di harapkan dari semuanya tanpa komitmen dan janji. Kosong.
Untuk yang kelima kali, aku mulai berkomitmen, untuk serius, dan berjanji untuk tidak berpaling. Untuk kali ini, aku mengingkari komitmen dan juga janji. ini hubungan yang kelima kali dan merusak penilaian semua orang tentang aku. Jadi sekali lagi, apa harus pria yg memiliki komitmen? ketika aku berkomitmen, orang menganggap itu hanya omong kosong. dan ketika aku mengingkari komitmen, orang memandang aku hanya seorang pria yang gak bisa di pegang kata-katanya. mungkin iya. banyak yang bilang yang bisa nilai diri kita itu orang lain. Tapi di saat seperti ini penilaian orang menurutku tidak sesuai dengan yang aku fikirkan. Ada saat nya komitmen itu tak berarti, dan ada saatnya komitmen itu membuahkan hasil.
Diantara semua komitmen, komitmen yang kelima yang mengubah cara pandang orang terhadapku. komitmen itu yang membuat komitmen ku berikutnya tak berarti. Komitmen yang memberikan banyak pelajaran, bahwa komitmen itu bukan main-main dan juga mempengaruhi hubungan yang akan datang. Disini aku mulai mengetahui apa tujuan seseorang membuat komitmen, maupun janji.
kuharap komitmen ku kali ini dapat di percayakan.
kuharap komitmen ku kali ini dapat di percayakan.
(ngeong)
kita mesti peka karena dihubungan ke depan kita akan mendapatkan 1 2 3 4 bahkan 5 :) salam ngeong
ReplyDeletehahaha siap boss
ReplyDelete