Halo selamat malam. Selamat malam “kamu”. Kuharap kamu tidak lupa padaku. Malam ini aku ingin kembali bercerita. Walaupun ini hanya cerita, kuharap kau tak hanya membacanya. Yah memang aku tak pandai bercerita, dihadapan mu pun aku hanya bisa diam tanpa kata. Tapi sebenarnya aku sangat ingin bercerita denganmu. Cerita ku ini mungkin terdengar klasik, atau mungkin kau tak ingin membacanya, bahkan kau memotong setiap kata yang kutuliskan ini. Yah ku maklumi, karna mungkin bagimu tak sepantasnya aku bercerita disini.
Hai sekali lagi
selamat malam. Walaupun kamu tak tau kapan dan untuk apa cerita ini, tapi ini
kutulis dengan cukup tulus dariku, bisa dibilang hanya ini tulisanku yang ingin
aku engkau tau.
Aku tak banyak
bercerita langsung denganmu, tapi aku tau bagaimana kamu, dan bagaimana kita. Aku
tak banyak mendengar ceritamu, tapi kamu tau aku selalu mendengar untuk
mengerti mau dan maksud mu. Aku tak benyak berjumpa denganmu tapi aku tau senang
dan tidak senangnya perasaan mu saat bertemu dengan ku. Aku tak banyak melihat
senyummu, tapi aku tau sedihmu mungkin karena ku. Aku tak banyak memandang
wajahmu, tapi harus kamu tahu sesal ku karna belum bisa bahagiakan mu. Aku tak
banyak menanyakan hari-hari mu, tapi aku begitu karna hari mu sedikit
bersamaku. Aku tak banyak menenangkan dan menghiburmu mu disaat kau jatuh, tapi
aku selalu mendoakanmu dalam setiap sujudku.
Mungkin aku
terlalu diam dan terlihat tidak mempedulikanmu, tapi itu semua karna ubahnya
sikapmu yg dulu padaku. Ceritaku mungkin
tentang tak banyak nya diriku untukmu, tapi banyak harapku adalah agar kau tak
mengalihkan hatimu sedetikpun dariku ****