Widget

Widget

Sunday, April 10, 2016

Short Story (Coldest Night) Part II

"Sudah 3 minggu berlalu, hmm semuanya kembali seperti biasanya. Kuliah, ketemu dosen, pulang, dan tiap harinya ngelakuin hal yang sama. Kata orang sih ini yang namanya iterasi. iterasi gak jelas, yah sama seperti ..."

...............................................................................................................................................

08/04/2018
06.10 WIB

"Jaka! bangun udah jam berapa ini, shalat cepat!" tiba-tiba muka ku basah disirami air yang gak tau datang dari mana. 

"Eh iya iya ini udah bangun" jawabku cepat sebelum dimandiin di atas kasur, yah boss besar emang seperti ini kalo bangunin anaknya.

Seketika aku bergegas ke kamar mandi mengambil wudhu dan langsung shalat subuh. Mataku masih setengah melek tapi gak akan bisa tidur kalo udah disirami lagi tidur seperti tadi.

10.15 WIB

Minggu, ini hari yang sangat singkat menurutku. karna singkatnya aku gak akan betah di rumah kalo udah hari minggu. Rugi aja rasanya. Tapi masalahnya gak ada yang bisa di ajak keluar kalo jam segini. teman-teman kampus cuma mau keluar kalo malam doang. Gini nih sialnya punya teman cuma dikampus. Coba aja kalo ...


06/04/2018
13.30 WIB

“Kantin yok jak, laper nih, lagian masih sepi disini” ajak temanku, Yandra, asisten lab di kampusku. Ini anak tiap hari ke lab ngerjain skripsinya, walopun kami seangkatan, tapi dia udah maju duluan, sialan. “yok, tapi bentar aja ya, bosen kantin melulu, gak ada yang diliat pun di sana” jawabku sambil make muka males.

Beberapa hari ini aku sering ke lab sambil ngurusin proposal. Banyak sih teman yang ke lab juga, jadi bukannya ngurusin proposal tapi malah nyanyi-nyanyi pake gitar dan cajón. Ya, lab meruapakan tempat ajang cari bakat.

“Kopi dingin nya 2 yah buk” pesanku sambil ngeliat tempat duduk yang kosong.

“Susah ya ngubah adek jadi pacar” sambar si bego ini sambil bakar rokoknya dengan nada yang datar. Mulai deh ini anak curcol tiap kami nongkrong dimana pun kalo lagi berdua. Berdua bukan berarti maho ya!

“Susah mana dari pada ngubah otak kau yan?!” jawabku yang langsung membuat Yandra terdiam. 

“Udah, udah 2 tahun masih aja mikirin itu cewek, mending kalo ada tanda-tandanya dia mau, ini malah gitu-gitu aja. Sadar dong” lanjutku sambil ngambil rokok Mild nya Yandra yang sebenernya bukan seleraku. Mumpung gak ada duit ya hajar aja semua rokok.

Selagi kami berdebat, mataku teralih ke satu orang. Jarang-jarang sih liat cewek ini dikantin, padahal aku lumayan sering ke kantin. Cewek ini sekilas menatap ke arahku sambil bersandar di pundak temannya, rambutnya sebahu memakai kacamata bulat besar, entah itu pake lensa ato enggak, tapi dia terlihat menarik dengan kacamatanya.

“Nah itu baru cewek, bukan adek” ujarku masih memandangi cewek kacamata.

“Apaan sih, adek kan cewek juga bongak! Liatin siapa kau mblo?!” teriak si bego ini hampir bikin seisi kantin memandangi kami.

“Iss suara kau yan!!  pake mic aja sekalian kampret” bisikku sambil nudnukin kepala. Untung si cewek ini gak liatin kami juga. Sesaat kemudian kopi dingin datang dan suasana kembali normal.

“Oooh aku tau yang kau lihat jak, nih aku kasih deh nomernya” sambil nyombong dia langsung ngeluarin ponselnya. Wah boleh juga ini bocah tau semua nomor cewek tapi gak pernah ada yang jadi.

21.00 WIB

“Oke, bismillah, kirim” pesan pun ku kirim ke nomor cewek yang dikasih Yandra siang tadi. Sambil melihat lampu kamar yang semakin redup, berharap balasannya datang secepat putaran kipas angin dikamarku yang sangat berisik bukan main.

“Zrrrt zrrrt” getar ponsel ku sontak membuatku langsung bergegas melihat balasan dari dia yang ditunggu. Cepat juga balasannya pikirku, tapi ketika ku baca,

“Hai jak, apa kabar nih?” ...


*Bersambung


Monday, March 14, 2016

Short Story (Coldest Night) Part I

“........ selamat ya, sukses selalu, tetap semangat ya”. Jariku menyentuh sudut kanan bawah ponsel yg sedang ku genggam, "send". Seperti kejutan listrik yang menyengat, ujung jari sampai siku ini tidak bisa bergerak, air ludah yg tak bisa ku telan, mata yang tidak tahu harus melihat atau terpejam. Semuanya terjadi bersamaan. Ya, pesan pun terkirim. Itu mungkin pesan yg menjadi awal cerita ku selanjutnya.


...................................................................................................................................................................

Aku Jaka. Mahasiswa tingkat akhir di sebuah universitas di kota pekanbaru. Tepatnya jurusan teknik elektro. Ya, teknik. Tempat yg pas untuk menghabiskan masa mudamu. Begitulah tepatnya. Disini kalian akan melihat bahkan merasakan bagaimana seseorang yg ingin menjadi orang tapi tidak terlihat seperti orang. Tapi tidak semuanya seperti itu. Mungkin cuma aku, Jaka Pranama.

14/03/2018,
10.30 WIB

Sudah satu hari setelah aku mengirim pesan kepada seorang cewek, cewek ini sih dulunya pacarku. Tapi skrg bukan lagi, atau bisa dibilang sudah lama kami tidak berpacaran. Akupun tidak ingat kapan terakhir kami pacaran. Ya dia satusatunya mantan  yang masih berhubungan baik denganku. Bukan berarti dengan yg lain tidak baik, tapi  dalam hal ini, kami masih komunikasi seperti biasa. Layaknya berpacaran, tapi tidak.

Pagi ini aku harus bergegas menuju kampus. Seperti mahasiswa akhir kebanyakan, hari-hariku di habiskan dengan menemui dosen untuk bimbingan skripshi*. Sebatang rokok pagi pengganti sarapan, segelas kopi, dan pelukan hangat dari orang tua ketika anaknya hendak menghidupkan motor. Itulah pagi.

“Gimana judulnya? Jadi juga yg kemaren? Nanti jadi berobat?” boss-2 a.k.a Mama berteriak ketika aku hendak menjalankan motor. “jadi ma, cobaa aja deh, nanti kalo sempat langsung check up sendiri aja. aku berangkat ya, assalamualaikum” aku lgsg meng”gas” motor sambil melihat senyum manis si boss-2 dari jauh.

11.02 WIB

“Haa, kamu dari mana aja jakaa!!! Jam segini baru datang, mau nanya apa sekarang?! Tanya aja ama temen kamu ini, mereka udah saya jelasin semuanya!” begitulah kata-kata yang aku dengar ketika memasuki ruangan yang biasanya menjadi tempat kami bimbingan dengan dosen. “heheh maaf buk, kan telat dikit buk. Tp gak banyak kok buk yg mau saya tanyain, bisa buk ya?” jawabku dengan senyuman lebar karna melihat ekspresi dosen yg satu ini. “yaa yaa, kamu mau nanya apa? Jangan kelamaan, saya mau pulang nih, males lama lama di kampus”. Beliau ini menurut saya satu-satu nya dosen yang bisa mendengarkan keluh kesah mahasiswa nya. Ya walaupun beliau gak akan dengerin semuanya, tp segala macam urusan akan lancar selagi gak ada yang kita tutup-tutupin.

13.40 WIB

“Hahh...” engahan yg selalu aku ucapkan akhir-akhir ini. Mungkin lama-lama akan menjadi kebiasaan. Setiap 1-2jam sekali aku masih membuka ponselku. Berharap ada sapaan, ataupun harapan. Tapi nihil.

*Bersambung



Wednesday, August 19, 2015

Malam


Halo selamat malam. Selamat malam “kamu”. Kuharap kamu tidak lupa padaku. Malam ini aku ingin kembali bercerita. Walaupun ini hanya cerita, kuharap kau tak hanya membacanya. Yah memang aku tak pandai bercerita, dihadapan mu pun aku hanya bisa diam tanpa kata. Tapi sebenarnya aku sangat ingin bercerita denganmu. Cerita ku ini mungkin terdengar klasik, atau mungkin kau tak ingin membacanya, bahkan kau memotong setiap kata yang kutuliskan ini. Yah ku maklumi, karna mungkin bagimu tak sepantasnya aku bercerita disini.

Hai sekali lagi selamat malam. Walaupun kamu tak tau kapan dan untuk apa cerita ini, tapi ini kutulis dengan cukup tulus dariku, bisa dibilang hanya ini tulisanku yang ingin aku engkau tau.

Aku tak banyak bercerita langsung denganmu, tapi aku tau bagaimana kamu, dan bagaimana kita. Aku tak banyak mendengar ceritamu, tapi kamu tau aku selalu mendengar untuk mengerti mau dan maksud mu. Aku tak benyak berjumpa denganmu tapi aku tau senang dan tidak senangnya perasaan mu saat bertemu dengan ku. Aku tak banyak melihat senyummu, tapi aku tau sedihmu mungkin karena ku. Aku tak banyak memandang wajahmu, tapi harus kamu tahu sesal ku karna belum bisa bahagiakan mu. Aku tak banyak menanyakan hari-hari mu, tapi aku begitu karna hari mu sedikit bersamaku. Aku tak banyak menenangkan dan menghiburmu mu disaat kau jatuh, tapi aku selalu mendoakanmu dalam setiap sujudku.
Mungkin aku terlalu diam dan terlihat tidak mempedulikanmu, tapi itu semua karna ubahnya sikapmu yg dulu padaku.  Ceritaku mungkin tentang tak banyak nya diriku untukmu, tapi banyak harapku adalah agar kau tak mengalihkan hatimu sedetikpun dariku ****

Wednesday, September 11, 2013

Lyric THE S.I.G.I.T - MIDNIGHT MOSQUE SONG

I wished you were dead that night
Where a rotten rat corpse caught my sight
Cats would fought on things you laugh about
So I step of the curbs that were dirtier than I thought

I wished you were dead that night
Where a rotten rat corpse caught my sight
Cats would fought on things you laugh about
So I step of the curbs that were dirtier than I thought

Clouds were bold and grey
So I stopped by a mosque and pray
But sky were cold and grey
So I stopped by a mosque and pray

I could feel the street
I’m not scare of things that once had shiver my feet
And lads would fought on things you’d laugh about
So I step of the curbs that were dirtier than I thought

Clouds were bold and grey
So I stopped by a mosque and pray
But sky were cold and grey
So I stopped by a mosque and pray

Clouds were bold and grey
So I stopped by a mosque and pray
But sky were cold and grey
So I stopped by a mosque and pray

Lyric THE S.I.G.I.T - GATE OF 15TH



When I closed these tired eyes 
Sun sets to where it rises 
Waking up being young and clean 
Meet you there at the gate of fifteenth

I know . . I’m paralyzed 
I know . . I wont make it right 
I know . . I’m paralyzed 
I know . . I wont make it right

These hollowed eyes 
Wont make things right 
These hollowed eyes
Wont make things

I don't remember being someone else 
Took so long to be my true self 
Then i blew it all on whiskey coke 
Spent to create till i go broke 
Plastic smile, worried mind 
Reckless love and grudging seeds 
Judging look,  a ripped out book 
Jealous deeds for the friends in need

I know . . I’m paralyzed 
I know . . I wont make it right 
I know . . I’m paralyzed 
I know . . I wont make it right

Plastic smile, worried mind 
Reckless love and grudging seeds 
Judging look, a ripped out book 
Jealous deeds for the friends in need 
Will I go to the middle east war 
If I knew why I’m here for 
Wonder wall standing tall 
Sinking ship of an ancient soul

Detourn Album

Tuesday, August 20, 2013

Komitmen dan "Omong kosong"

Saat menulis ini, aku, adalah seorang pria yang bisa dibilang belum punya sifat mutlak dari pria yang biasa orang bilang. Kenapa demikian? karna biasanya orang-orang bilang pria itu punya komitmen, tanggung jawab, bijaksana, bisa nentuin pilihan, dan menjalani hubungan dengan menutamakan logika. Tapi bukan berarti aku gak memiliki semua yang ada di pernyataan orang itu. Mungkin ini di katakan pria dewasa. Entah kenapa, aku selalu berpikir kalau aku belum dewasa untuk bertindak seperti itu.

Wednesday, August 7, 2013

Just post, Lirik The S.I.G.I.T - All the Time

Mengulas tentang musik, ini salah satu musik rock n roll dan band favorit gue. Lebih tepatnya band terfavorit. soalnya genre, style dan lagulagu nya gak ada yg gak gue suka. Mulai taunya sih gak salah pas baru keluarnya film "Catatan Akhir Sekolah" hehe. terus cari tau deh tentang ini band. Dan setelah di cari tau, jadi pengen punya band kaya ini band. Alhamdulillah sekarang udah nemu personil yang pas dan kami slalu bawain lagu dari band ini.

All the time. Salah satu lagu tentang cinta dari band The S.I.G.I.T. Gue suka lirik nya, makna nya, dan yang pasti alunan tiap nadanya, di tambah lagi dengan suara vokalisnya, Rekti yang punya suara super keren diantara penyanyi ato vokalis yang pernah gue denger. Lagu ini pernah gue nyanyiin buat seseorang yang bisa bikin gue nyaman, tenang, dan hebat. Walopun mungkin dia gak pernah denger ini lagu, dan suara gue pun gak bagus sama sekali, tapi gue harap dia ngerti maksudnya.

oke, kebanyakan cerita, ini gue mau share lirik dari lagu All The Time :

I wanna live forever
Whom you realize forever means together
I hope you know
When you say it wasn`t over
For the third times
I hope you know
You make me wanna give me something more and more

I.... wanna give you hold
All the time
And wear you robe
It`s just
for the pooring rain
That Never End
All The Time (my life is raining all the time)

I wanna live forever
I'm the oak tree
Forever scar the stranger
I wanna grow my hair and nails 
You up my life
I hope to do change your last name and be a wife 

I.... wanna share my lungs
All the time
It`s face the sun
It`s just 
Like a burning pain
That i be alone
All the time (my life is burning all the time)

( AWPP ♥ )